Galeri

Sejarah God Bless

Sebagai pencinta dan pengagum grup band God Bless, saya berusaha menyelamatkan sesuatu yang mungkin nantinya akan dilupakan oleh anak dan cucu kita, khususnya kaum pecinta musik rock Indonesia. Dalam tulisan ini diungkapkan bagaimana sebenarnya peran grup rock God Bless yang digawangi oleh Ahmad Albar  dalam perkembangan musik Indonesia. Kita juga harus bersyukur, berkat perjuangan mereka dalam memajukan musik rock di tanah air ini akhirnya banyak memunculkan grup-grup rock papan atas yang hebat dan handal serta mampu bersaing dengan grup-grup rock luar negeri.

……………………………………………………………………………………………………………….

God Bless

God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta (1975).

Era 1970-an

Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad “Iyek” Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Beliau kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut – yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik “Summer ’28”, semacam pentas ‘Woodstock’ ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina – mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.

Jockie Surjoprajogo (keyboard) sendiri baru bergabung dengan Crazy Wheels/God Bless pada awal tahun 1973. Beliau dimaksudkan sebagai pengganti Deddy Dores – yang sempat bergabung dengan God Bless namun tidak bertahan lama dalam band tersebut karena harus mengurus bandnya sendiri, Rhapsodia. Namun Jockie juga tidak bisa bertahan lama. Posisi beliau pun digantikan oleh (almarhum) Soman Lubis.

Pada bulan Juni 1974, Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. God Bless pun melalui masa berkabung. Ditambah lagi, sang gitaris Ludwig Lemans juga memutuskan untuk keluar dari God Bless. Dengan demikian, personil yang tersisa tinggal Ahmad Albar dan Donny Fattah. Untuk mengisi kekosongan pada kibor, mereka mengajak Jockie untuk bergabung kembali. Jockie lantas mengajak Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) untuk bergabung dengan God Bless.

Untuk mengenang Fuad Hassan dan Soman Lubis, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.

Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko – bos Aquarius – sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.

Era 80-an
Personil God Bless pada album CERMIN

Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi, posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Album Cermin (1980) mengandalkan lagu seperti Musisi, Anak Adam, Selamat Pagi Indonesia atau Sodom Gomorah. Pada album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit dan membutuhkan skill tinggi dalam memainkannya. Album Cermin pun merupakan representasi dari pemberontakan God Bless terhadap dominasi industri rekaman ketika itu yang selalu mencekokkan komersialisme atas tuntutan pasar yang ketika itu sedang didominasi musik pop yang bertemakan cinta dalam pandangan secara sempit. Dua tahun setelah album Cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri.

Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangunkan God Bless dari “tidur panjangnya” dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu “wajib” juga personilnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass Rock, Elpamas, sampai Slank.

Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock. Namun,setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya Eet Sjahranie, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet Sjahranie berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.

Era 90-an

Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet Sjahranie dan Ian Antono kembali berkumpul. ‘Workshop’ yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai ‘formasi’, dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.

Era 2000-an

Pada Februari 2009 lalu, mereka tampil di acara Kick Andy di Metro TV dengan 5 orang personil, yaitu Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (kibor). Mereka menyatakan akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat ini. Dan tepat pada awal Mei 2009, God Bless akhirnya mengeluarkan album terbarunya yang berjudul 36th.

Album-album God Bless:

1. God Bless (album)

God Bless adalah album pertama dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1980. Hits dalam album ini adalah lagu “Huma Di Atas Bukit” dan “Setan Tertawa”.

Gaya permainan keyboard Jon Lord (Deep Purple), Rick Wakeman (Yes), maupun Tony Banks (Genesis) menyelinap dalam pola permaian Jockie Soerjoprajogo. Album God Bless ini patut dicatat sebagai album rock Indonesia yang tampil utuh. Karena sebelumnya, tercatat banyak grup rock Indonesia yang telah masuk dunia rekaman, tapi harus kompromi dengan selera pasar dengan memainkan musik pop, misalnya Freedom of Rhapsodia, The Rollies, AKA, Rasela, dan masih banyak lagi.

Tetapi yang agak disayangkan album God Bless ini banyak menampilkan karya-karya tambal sulam. Dalam melodi lagu maupun aransemennya terdengar banyak kemiripan dengan lagu-lagu milik Genesis, Jethro Tull, Kin Ping Meh, Gentle Giant, Doobie Brothers, atau King Crimson. Kemungkinan ini terjadi karena selama malang melintang di panggung pertunjukan God Bless lebih banyak memainkan repertoar rock mancanegara.[1]

Daftar Lagu

  1. “Huma di Atas Bukit” (Donny Fattah / Sjuman Djaya) (Film Laela Majenun) – 5:05
  2. “Rock di Udara” (Donny Fattah) – 4:52
  3. “Sesat” (Donny Fattah / Sjuman Djaya) (Film Laela Majenun) – 5:35
  4. “Eleanor Rigby” (John Lennon / Paul McCartney) (The Beatles cover) – 5:34
  5. “Gadis Binal” (Ian Antono) – 4:08
  6. “Friday On My Mind” (Easybeats) Easybeats cover – 6:40
  7. “Setan Tertawa” (Donny Fattah) (Film Semalam di Malaysia) – 4:21
  8. “She Passed Away” (Donny Fattah) – 6:33

Ulasan Lagu [2]

Huma Di Atas Bukit dimulai dengan kombinasi permainan piano Jockie dan petikan gitar apik oleh Ian Antono, menyambut masuknya suara Achmad Albar yang dalam dan prima. Lagu yang indah ini pada dasarnya adalah sebuah kidung dengan struktur sederhana dengan permainan gitar yang baik oleh Ian Antono pada pertengahan lagu. Sayangnya pengaruh permainan Steve Hacket dari grup Genesis sangat kuat pada aransemen lagu ini, sehingga ada kesamaan melodi dengan lagu Firth of Fifth dari album Selling England By The Pound milik grup Genesis.

Rock Di Udara menggambarkan situasi pada tahun 1970-an ditandai dengan adanya dua aliran musik yang saling bersaing. Di satu pihak ada pemuja musik rock ‘n’ roll (diwakili oleh Benny Subarja dari grup Giant Step dan grup musik rock lainnya. Di lain pihak ada pemuja musik “lokal” yaitu musik dangdut yang dimotori oleh H. Rhoma Irama. Persaingan ini cukup menegangkan dan mencapai puncaknya, terutama dengan adanya pengaruh dari majalah musik waktu itu Aktuil. Dalam lagu ini, God Bless menyerukan agar persaingan itu dihentikan. Aransamen musiknya sangat orisinal dengan kombinasi yang bagus antara permainan bass Donny Fattah, petikan gitar Ian Antono dan permainan keyboard dari Jockie Surjoprajogo menghasilkan komposisi musik rock progresif karena penuh dengan perubahan gaya sepanjang lagu walaupun akhirnya kembali ke versi awal lagu. Keyboard solo oleh Jockie bisa mengundang decak kagum “Hmmm”.

Sesat adalah satu lagi dengan komposisi yang cukup orisinal yang dengan mudah bisa dinikmati oleh banyak orang. Lagu yang bagus ini penuh dengan kombinasi apik permainan gitar, keyboard untuk menemani kekuatan vokal paduan suara yang dipimpin oleh Ahmad Albar, didukung komposisi bass yang dinamis dari Donny. Ada permainan gitar solo yang sangat baik dari Ian disertai dengan permainan keyboard yang sangat seksi.

Eleanor Rigby, lagu karya Lennon/McCartney dari kelompok Beatles yang diaransemen ulang dengan sangat baik oleh God Bless menjadi satu komposisi yang berciri rock progresif, dengan banyak perubahan tempo dan melodi sepanjang lagu.

Gadis Binal mengisahkan kehidupan wanita pencari kesenangan duniawi – merupakan satu lagu rock dengan ritme yang baik yang terdiri dari gitar, keyboard dan bas serta permainan drum yang baik dari Teddy Sujaya. Walaupun gaya permainan gitar Ian Antono sangat mirip dengan permainan Tommy Bolin pada lagu Getting Tighter dari grup Deep Purple, aransemen lagu ini cukup asli, bebas dari pengaruh lagu lain. Sekali lagi, Donny menunjukkan petikan bass yang dinamis sepanjang lagu.

Friday On My Mind milik kelompok EasyBeat diaransemen ulang oleh God Bless yang dipadukan dengan sangat pas dengan melodi gitar dari lagu Thick As A Brick milik Jethro Tulls dan dari lagu Dancing With The Moonlight Knight milik Genesis. Walaupun bukan lagu asli God Bless tetapi sangat menyenangkan, dengan sentuhan yang sangat khas God Bless.

Setan Tertawa berisi pesan tentang keresahan kalangan muda tentang keserakahan manusia lalu mencari jalan keluar lewat narkoba atau perjudian. Dimulai dengan permainan drum yang dinamis oleh Teddy Sujaya disusul dengan lengkingan gitar Ian Antono, yang saling mengisi dengan bass dan drum. Ada kesamaan pola dengan bagian intro lagu Valedictory milik Gentle Giants. Dengan sering berubahnya gaya dan tempo musiknya, lagu ini termasuk pada kelompok rock progresif. Penuh energi dan daya dengan potongan-potongan transisi kompleks pada berbagai bagian lagu dengan perubahan yang tidak terduga. Dari segi permainan drum, di sini Teddy Sujaya memainkan komposisi drum terbaik dari seluruh lagu dalam album ini.

She Passed Away adalah lagu penutup dari album ini. Lagu bercerita tentang seseorang yang kehilangan seorang kekasih yang walau hanya seorang wanita sederhana tetapi sulit dicari penggantinya. Lagu yang indah ini dinyanyikan dengan suara prima oleh dari awal sampai akhir lagu – diiringi petikan gitar dan bass, masing-masing oleh Ian dan Donny. Pada bagian tengah lagu, ada sisipan bagian dari lagu The Musical Box milik grup Genesis.

Secara keseluruhan ini adalah album yang baik walaupun ada masalah serius dalam hal orisinalitas pada beberapa lagu dalam album ini. Namun hal itu wajar dalam proses kreatif pengembangan kemampuan seseorang dalam berkesenian, yang dikenal dengan istilah “imitation to innovation”. Terlebih lagi di tahun 1975 itu belum ada musik rock Indonesia yang secara utuh dan orisinal dipublikasikan dalam bentuk rekaman komersial. Dan pada kenyataannya, album ini memberi kontribusi pada dunia rock Indonesia sebagai pionir di dunia rekaman, dengan tingkat kualitas yang sangat tinggi, berikut skill teknik instrumentasi dan vokal yang perfek, sehingga masih enak untuk dinikmati berpuluh-puluh tahun kemudian sampai saat ini.

God Bless kemudian merilis ulang beberapa lagu dari album ini dengan aransemen baru, yaitu lagu Huma Di Atas Bukit, Sesat, Setan Tertawa dan She Passed Away yang dirilis pada album kompilasi The Story Of God Bless.

Personil

…………………………………………………………………………………………………………….

2. Cermin (album)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Cermin adalah album kedua dari group musik God Bless yang dirilis pada tahun 1980.

Album ini penuh dengan nuansa rock progressif yang rumit dengan menonjolkan kemahiran tiap personel memainkan instrumen musiknya melalui aransemen yang jelimet. Beberapa lagu menjadi sangat panjang melampaui panjang lagu rata-rata (3 – 4 menit) pada saat itu. ‘Anak Adam’ yang merupakan lagu terpanjang (11 menit 59 detik) penuh dengan atraksi ketrampilan tiap personel.

Album ini melawan arus industri musik saat itu. Dengan konsep rock progresif seperti itu, album ini dianggap lahir mendahului jamannya. Konsumen tidak siap menerimanya. Akibatnya Cermin merupakan album God Bless yang paling jeblok penjualannya. Tetapi, secara pencapaian estetika musik, Cermin melampaui album God Bless manapun.

Album ini yang paling banyak dicari para kolektor, sayangnya Cermin adalah satu-satunya album God Bless yang belum pernah dirilis ulang dalam bentuk CD. Master rekaman yang semula dimiliki JC Records kini dimiliki oleh Logiss Record.[1]. Belum diketahui mengapa Logiss Record belum mengeluarkan rilis ulang dari album yang dicari oleh banyak kolektor ini.

Album kompilasi 18 Greatest Hits of God Bless memuat 3 lagu hasil remaster dari album ini

Daftar Lagu

Side A

  1. “Cermin” (Donny Fattah) – 6:17
  2. “Selamat Pagi Indonesia” (Ian Antono) – 6:16
  3. “Musisi” (Donny Fattah) – 4:26
  4. “Balada Sejuta Wajah” (Ian Antono) – 3:36
  5. “Sodom & Gomorah” (Ian Antono) – 4:07

Side B

  1. “Anak Adam” (Benny Likumahuwa/ Donny Fattah) – 11:59
  2. “Insan Sesat” (Abadi Soesman) – 5:53
  3. “Ingat” (Donny Fattah) – 6:44
  4. “Tuan Tanah” (Ian Antono) – 2:06

Personil

…………………………………………………………………………………………………………….

3. Semut Hitam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Semut Hitam adalah album ketiga dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1988. Album ini dirilis dengan jarak waktu yang cukup lama dari album terakhir yang berjudul Cermin. Comeback mereka ini menorehkan prestasi yang luar biasa. Album ini meledak di pasaran dan menjadi album terlaris God Bless sepanjang sejarah. Sukses album ini antara lain berkat lagu andalan album ini berjudul Kehidupan yang langsung berhasil menggebrak setelah dirilis. Sukses single ini dilanjutkan oleh hits berikutnya dari album ini yaitu Rumah Kita. Album ini berhasil mengangkat kembali nama God Bless ke puncak popularitas, sekaligus menjadi motivator bagi banyak kelompok rock yang kemudian muncul pasca sukses God Bless saat itu.[1]

Daftar Lagu

Side A

  1. “Kehidupan” (Jockie S) – 4:50
  2. “Rumah Kita” (Ian Antono / Theodore KS) – 4:47
  3. “Semut Hitam” (Donny F / Jockie S) – 5:45
  4. “Damai Yang Hilang” (Jockie S / Iwan Fals) – 4:42
  5. “Orang Dalam Kaca” (Jockie S / Iwan Fals) – 3:20

Side B

  1. “Ogut Suping” (Ian Antono / Remy Sylado) – 4:30
  2. “Suara Kita” (Jockie Suryoprayogo) – 3:58
  3. “Badut-Badut Jakarta” (Donny F / Ian Antono / Jockie S) – 4:39
  4. “Trauma” (Teddy S / Iwan Fals) – 4:15
  5. “Bla… Bla… Bla…” (Ian Antono / Remy Silado) 4:48

Personil

…………………………………………………………………………………………………………….

Apa Kabar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Apa Kabar?
Album studio oleh God Bless
Dirilis 1997
Direkam Studio 301, Castlereagh, Sydney
Genre Rock
Durasi 49:15
Label Logiss Record
Produser Log Zhelebour
Kronologi God Bless
18 Greatest Hits of God Bless
(1992)
Apa Kabar
(1997)
36th
(2009)
Apa Kabar (CD Cover)
Apa Kabar (CD Cover)

Apa Kabar? adalah album kelima dari God Bless, yang dirilis pada tahun 1997. Lagu Apa Kabar? dalam album ini menggambarkan suka cita tentang bersatunya kembali personel kelompok God Bless setelah vakum selama 8 tahun. Dalam album ini, God Bless tampil dengan formasi dua gitaris utama, Ian Antono dan Eet Sjahranie.

Album ini adalah album terakhir Eet Sjahranie bersama God Bless. Setelah album ini, Eet Sjahranie memilih untuk fokus pada band EdanE yang didirikannya pada tahun 1991.

Daftar isi

Daftar lagu

Side A

  1. “Apa Kabar?” (lagu : Teddy Sujaya, Jockie Surjoprajogo, Ian Antono ; Lirik : Sawung Jabo) – 4:10
  2. “Anakku” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Jockie Surjoprajogo) – 5:23
  3. “Srigala Jalanan” (lagu : Teddy Sujaya, Eet Sjahranie, Donny Fattah ; Lirik : Sawung Jabo) – 3:56
  4. “Asasi” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar) – 6:02
  5. “Diskriminasi” (lagu : Eet Sjahranie, Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar) – 4:54

Side B

  1. “Roda Kehidupan” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Fajar Budiman, Ian Antono, Ali Akbar) – 6:28
  2. “Pengamen Kecil” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Sawung Jabo) – 5:26
  3. “Balada Si Toha” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Jockie Surjoprajogo) – 5:04
  4. “Nurani” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar, Ian Antono) – 3:34
  5. “Kembali” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar) – 4:18

Personil

Produksi

  • Log Zhelebour – Executive Producer
  • Dannes Item – Studio & System Setup
  • Joki – Studio & System Setup
  • David Macquarie – Matering Engineer
  • Firdaus Fadlil – Fotografer
  • Arti Design – Graphic Designer

…………………………………………………………………………………………………………….

36th

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
36th
Album studio oleh God Bless
Dirilis 2009
Direkam Gong Studio
Genre Rock
Durasi 39:04
Label Nagaswara
Kharisma Jaya Mentari
Produser Ian Antono
Kronologi God Bless
Apa Kabar
(1997)
36th
(2009)

36th adalah Studio Album keenam yang dirilis oleh grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 2009 dengan label Nagaswara dan Kharisma Jaya Mentari. Judul album menandakan usia group musik God Bless sejak mulai terbentuk pada tahun 1973. Tulisan “God Bless” pada sampul depan menggunakan jenis huruf yang sama seperti pada album pertama God Bless.

Pada album ini, lagi-lagi God Bless tampil dengan formasi baru. Kali ini karena pengunduran diri Teddy Sujaya, Jockie Surjoprajogo dan Eet Syahranie yang mengundurkan diri dengan alasan berbeda pada tahun 2001. Jockie Surjoprajogo pergi karena merasa sudah tidak puas lagi dengan God Bless. Teddy Sujaya mengundurkan diri karena ketidak-cocokan dengan Log Zhelebour. Eet Syahranie pergi untuk membentuk kembali grup EdanE setelah mendapat tawaran kontrak dari Sony BMG. Pengunduran mereka ini menyebabkan pembuatan album baru menjadi terkatung-katung. Setelah mencoba merekrut beberapa pemain baru dan gagal, akhirnya Ian Antono mengajak Abadi Soesman bergabung kembali pada tahun 2006. Yaya Moektio yang pernah bersama Ian Antono pada grup Gong 2000, kemudian diajak bergabung menggantikan posisi Teddy Sujaya.[1]

Album 36th ini mengakhiri tidur panjang group God Bless – sekitar 12 tahun (sejak merilis album Apa Kabar) – dan kembali mengusung musik rock progresif. Walau tidak bermain segarang album-album sebelumnya, God Bless tetap mampu menghasilkan lagu-lagu enerjik dan dinamis seperti “N.A.T.O. (No Action Talk Only)”, “Prahara Timur Tengah”, “Biarkan Hidup” atau “Rock ‘N’ Roll Hidupku”.

Sama seperti album Apa Kabar, hampir semua lirik pada album ini ditulis oleh orang lain. Siapapun penulis liriknya – oleh orang lain atau oleh personel God Bless sendiri – satu ciri kuat yang selalu melekat pada semua lagu God Bless adalah lirik lagu yang tidak merusak bahasa, dengan nada yang pas & tidak dipaksakan. Ini berlawanan dengan anggapan banyak orang yang berpendapat bahwa Bahasa Indonesia kurang cocok untuk lagu rock. God Bless telah membuktikan anggapan itu tidak tepat bahkan sejak album God Bless.

Majalah RollingStone Indonesia (RSI) berperan penting dalam promosi album ini. Sebelum album ini muncul di pasaran, CD versi demo (berisi 4 lagu) diedarkan sebagai bonus CD pada majalah RollingStone Indonesia (RSI), no 49, Mei 2009, yang juga memuat satu wawancara dan satu artikel tentang perjalanan grup God Bless.[2] Ini semua berkaitan dengan perayaan 4 tahun majalah tersebut yang jatuh pada tanggal 7 Mei 2009. Pada hari itu, pihak RSI menyelenggarakan pesta musik RollingStone Private Party yang diadakan di markas RSI dengan menampilkan grup God Bless dan EdanE – serta grup-grup yang lebih belia, yaitu The Changcuters, Alexa dan CUTS. Menjelang pesta musik tersebut, Managing Editor RSI Adib Hidayat mengatakan “Kami ingin melakukan perubahan di musik Indonesia yang berkualitas dengan God Bless sebagai wakil dari musik berkualitas tersebut.”[3]

Daftar isi

Daftar Lagu

  1. “N.A.T.O.” (Ian Antono, lirik oleh Cahya Sadar) – 4:17 *
  2. “Prahara Timur Tengah” (Ian Antono, lirik oleh Ali Akbar) – 3:31 *
  3. “Kar’na Kuingin Kau Bahagia” (Abadi Soesman, lirik oleh Cahya Sadar) – 4:10
  4. “Biarkan Hidup” (Donny Fattah, lirik oleh Donny Fattah & Diah P.) – 3:46 *
  5. “Pudar” (Ian Antono, lirik oleh Cahya Sadar) – 3:10 *
  6. “Jalan Pulang” (Ian Antono, lirik oleh Hans Miller Banureah) – 5:26
  7. “Sahabat” (Donny Fattah, lirik oleh Diah P. & Donny Fattah) – 3:13
  8. “Syair Untuk Sahabat” (Ian Antono, lirik oleh Yudhi F. Oktaviadhi) – 4:21
  9. “Dunia Gila” (Ian Antono, lirik oleh Ali Akbar) – 3:55
  10. “Rock ‘N Roll Hidupku” (Abadi Soesman, lirik oleh Ali Akbar) – 3:15

Versi demo lagu dengan tanda * lebih dahulu diedarkan oleh majalah RollingStone Indonesia.

Personil

Band

Produksi

  • Recording  – Rocky Antono
  • Mixing  – Sadat Effendi, Wawan Qreebow & Rizal Jepang
  • Design Cover  – Sir Dandy
  • Digital Imaging  – Joe Daran
  • Photography  – Ridho Hafiedz

sumber :

  1. http://bungadit.blogspot.com diakses 27 September 2012

    http://id.wikipedia.org/wiki/God_Bless#Diskografi diakses 27 September 2012

 

4 comments on “Sejarah God Bless

  1. Album RAKSASA mana, disana ada menjilat matahari dan maret 89. Itu album yahood. gitarnya mantab. arrangement nya oke. Tapi God Bless sendiri sering diskriminatif terhadap albumnya sendiri. ternyata akhir2 ini lagu2 di album Raksasa gak pernah dibawain. apa karena disitu dominan jocky, dan kebetulan Ian antono gak ada trus gak pernah dibawain. wah gak adil banget.

    • Mohon maaf, gue lupa mengupload kemarin. Memang album Raksasa yang merupakan titik kejayaan God Bless. Thanks bro sudah mengingatkan.
      Itulah liku dalam God Bless, karena di dalamnya di dominasi oleh Jocky, makanya Ian lebih memilih jalan sendiri. Tapi terus terang, gue penggemar berat Ian dan Eet Syahrani. Mereka berdua ini menciptakan arrangement musik rock Indonesia lebih mantap.

  2. Ada yg terselip sedikit, saat pasca meninggalnya Fuad Hassan dan Soman Lubis,iyek mengajak Keluarga Nasution ( Keenan/Drum, odink/lead guitar,debby /keyboard) formasi ini tampil di TMI dgn mengusung peti mati,lalu masuknya Ian & Teddy setelah acara Dies Natalies ITB di Bandung GB tampil bareng The Gang Of Harry Roesli dan band Bentoel yg Ian & Teddy bermain.Tertarik dg gay permainan mereka Iyek & Donny mengontak mereka diminta bergabung dg God Bless lewat Jocky nah itulah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s